Magister Manajemen Rumah Sakit

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 6 Mei 2019 , oleh admin mmrs , pada kategori Berita

Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PS MMRS FKUB) dalam kurikulumnya merancang mode of learning secara terintegrasi untuk mencapai kompetensi kemampuan kognisi, afeksi dan psikomotor.  Selama proses belajar mengajar, pencapaian kompetensi dicapai melalui kegiatan perkuliahan (kuliah, tugas terstruktur, tugas mandiri), magang dan penelitian serta penyusunan tesis.  Komponen penunjang yang tidak kalah pentingnya di samping kegiatan pembelajaran formal adalah pembentukan ketrampilan self learning, seminar dan workshop serta hospital visit. Hospital visit akan memberikan paparan langsung pada obyek dan subyek pembelajaran sehingga membangun inquiry dalam proses pembelajaran selanjutnya.

Hospital visit merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PS MMRS FKUB).  Hospital visit merupakan kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan pada akhir semester I sebagai rangkaian lanjutan dari perkuliahan, praktikum, penugasan dan hospital visit mata kuliah.  Hospital visit ini juga sebagai prior exposed and knowledge untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di semester II dengan fokus pada keselamatan pasien dan service excellence.

Hospital visit dilaksanakan pada tanggal 4-5 Maret 2019. Peserta hospital visit adalah dosen, mahasiswa angkatan 2018, dan alumni mahasiswa MMRS sebanyak 40 orang. Tiga rumah sakit yang dikunjungi saat Hospital visit adalah Mahkota Medical Center (MMC) di Melaka pada tanggal 4 Maret 2019 serta Institut Jantung Negara (IJN) dan Al-Islamic Specialist Hospital (ASH) di Kuala Lumpur pada tanggal 5 Maret 2019.

Ketiga rumah sakit tersebut memiliki karakteristik berbeda. MMC merupakan rumah sakit swasta yang terkenal sebagai Medical Tourist Hospital. Dalam pelaksanaan  manajemen keselamatan pasien dan service excellence, MMC mengikuti akreditasi Malaysia Society for Quality in Healthcare (MSQH). IJN merupakan rumah sakit milik pemerintah dan menjadi rumah sakit jantung terbesar di Asia Tenggara. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, IJN mengutamakan keselamatan pasien dan service excellence, yang menjadi tuntutan akreditasi oleh Joint Commission International (JCI). Berbeda dengan ASH yang belum terakreditasi, ASH sebagai rumah sakit swasta menerapkan pendekatan keislaman dalam memberikan pelayanan ke pasien. Pelayanan bernuansa islami yang memberikan motivasi kepada seluruh jajaran rumah sakit untuk mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan secara service excellence. Penilaian mutu pelayanan tetap dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali oleh audit eksternal dari pemerintah pusat.

Sebagai penutup dari rangkaian studi banding mahasiswa, MMRS mengadakan kegiatan seminar studi banding dengan tema “Hospital Benchmarking: A Dedication for Safety and Excellence”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk share and discuss hasil studi banding rumah sakit luar negeri yang berupa presentasi tentang gap dan solusi serta lesson learned yang diperoleh selama kegiatan studi banding.

Seminar studi banding dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2019 di Savana Hotel & Convention Malang, dari Pukul 09.00 – 15.15 WIB. Jumlah peserta seminar adalah 100 orang yang terdiri dari dosen, mahasiswa angkatan 2018, alumni mahasiswa MMRS, calon mahasiswa MMRS angkatan 2019, dan perwakilan rumah sakit jejaring.  Peserta studi banding (mahasiswa angkatan 2018) berlaku sebagai pemateri dan moderator dan akan dibahas oleh pembahas dosen mata kuliah yang terkait dengan topik penugasan. Materi disampaikan dalam 5 topik, yaitu The role of clinical governance to implement patient safety standard and service excellence in Malaysian hospital, The role of national health system in safeguarding patient safety and service excellence, Gap analysis: implementation of hospital accreditation in Malaysia and Indonesia, The cost of patient safety and service excellence : strategy and sustainability, dan Patient centered care approach:  incorporating the approach into patient safety and service excellence implementation. Setelah mahasiswa  menyampaikan materi, dosen mata kuliah membahas lebih mendalam terutama hasil studi banding yang dapat diterapkan di rumah sakit Indonesia, dilanjutkan dengan sesi diskusi berupa tanya jawab dari peserta seminar. Peserta seminar mendapat sertifikat di akhir acara.