Magister Manajemen Rumah Sakit

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 19 Juli 2019 , oleh admin mmrs , pada kategori Berita

Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) Universitas Brawijaya terus melakukan pengembangan kualitas sumberdaya mahasiswa melalui penyelenggaraan proses pendidikan yang bermutu dan berdaya saing. Hal ini merupakan suatu proses penting agar penyelenggaraan pendidikan di lingkungan MMRS Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya semakin mengalami kemajuan.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu memahami pembelajaran secara teoritis, tetapi lebih dari itu mahasiswa juga dituntut untuk mampu mengaplikasikan pembelajaran kelas secara praktik langsung di lingkungan Rumah Sakit” ungkap Dr. dr. Tita Hariyanti, M.Kes selaku ketua prodi MMRS.

Pemahaman praktis dan teoritis mengenai tata kelola manajemen  Rumah Sakit akan menjadi bekal dasar bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan bidang keilmuan Manajemen Rumah Sakit.

Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswanya, pada tanggal 5 – 6 Juli 2019 dilaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Terintegrasi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa MMRS yang sedang menempuh pendidikan di Semester 2. Dalam mempelajari permasalahan pada masing – masing Rumah Sakit, mahasiswa dituntut untuk dapat menilai beragam aspek meliputi aspek manajemen mutu, aspek manajemen lingkungan dan arsitektur Rumah Sakit, aspek hukum, aspek manajemen logistik, aspek analisis ekonomi pelayanan kesehatan dan aspek manajemen pelayanan klinis. Keseluruhan aspek ini kemudian dikaji lebih lanjut dan dipresentasikan didepan para panelis yang merupakan praktisi dan akademisi ahli dibidangnya.

UAS terintegrasi kali ini, mahasiswa mengangkat topik yang bervariasi, diantaranya mengenai Strategi Waktu Tunggu di Instalasi Gawat Darurat dan Implementasi Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien di ICU.

“di Rumah Sakit masih banyak terdapat kekurangan dalam hal kualifikasi dan kompetensi layanan khususnya di ICU, juga terjadi peningkatan rata – rata pasien kembali ke ICU dengan kasus yang sama kurang dari 72 jam” ungkap salah seorang mahasiswa saat mengangkat topik permasalahan yang dihadapi di Rumah Sakit.

Observasi yang dilakukan mahasiswa ini kemudian dibahas akan dinilai oleh para panelis yang terlibat. Penilaian ini kemudian diharapkan dapat memberikan masukan positif tidak hanya bagi mahasiswa, namun juga dapat menjadi masukan bagi perbaikan mutu dan pelayanan masing – masing Rumah Sakit.

“Saya sangat bersyukur, dan menyambut baik rekan – rekan mahasiswa untuk melakukan studi observasi di lingkungan Rumah Sakit kami. Hasil dari pemaparan kali ini tentunya akan menjadi masukan berarti bagi kemajuan RS kami.” Ungkap panelis yang juga menjabat sebagai Direktur Utama salah satu RS swasta di Kota Batu.

Mahasiswa tidak hanya menilai maupun mengobservasi masalah, namun juga dapat berperan memberikan alternatif solusi bagi RS sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu kesehatan khususnya dalam bidang Manajemen Rumah Sakit.

 

 

FOTO UAS_001