Malang MMRS12. Rumah Sakit adalah suatu organisasi atau perusahaan yang unik karena padat karya dan padat teknologi. Pengelola rumah sakit dituntut inovatif dan memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengelolanya. Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (MMRS FKUB) merupakan program studi yang salah satu visinya adalah menghasilkan praktisi manajemen rumah sakit yang mumpuni. Oleh karena itu, pembelajaran di PS MMRS FKUB tidak hanya diberikan melalui perkuliahan saja, namun juga diharuskan mengamati langsung bagaimana pengelolaan rumah sakit.
Pada hari minggu (10/03) hingga rabu (13/03) mahasiswa PS MMRS FKUB melakukan hospital benchmark, dengan melakukan kunjungan ke rumah sakit Mahkota Medical Center Malaka Malaysia dan Rumah sakit Glenn Eagles Singapura serta mengikuti short course di Parkway College. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah sakit di Malang Raya yaitu: Rumah Sakit RKZ Panti Waluya Malang, Rumah Sakit Baptis Batu, Rumah Sakit Wava Husada dan RSUD Kanjuruan Kepanjen Malang pada hari Jumat (15/03). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa secara umum akan mengamati penerapan konsep patient safety dan service exellence di rumah sakit dalam dan luar negeri.
Menurut Dr. dr. Lukman Hakim, SpKK, Ketua Program Studi MMRS FKUB, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan membandingkan manajemen dan penerapan rumah sakit diluar negeri dan rumah sakit di Indonesia tentang penerapan konsep patient safety dan service exellence, program-program unggulan yang ada di rumah sakit luar negeri serta melihat kemungkinan penerapan di rumah sakit di Indonesia dan juga kendala yang mungkin terjadi.
Pada kegiatan tersebut mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing kelompok ditugaskan untuk mengamati fokus-fokus tema pengamatan yang berbeda. Tema untuk kelompok pertama adalah Role and impact of national health in implementing patient safety and service exellence. Pengamatan ini berfokus pada bagaimana sistem kesehatan nasional di Singapura, Malaysia dan di Indonesia tentang penerapan konsep patient safety dan service exellence. Kelompok kedua dan ketiga ditugaskan untuk mengamati Gap analysis patient safety standart and implemetation in Singapore and Malaysia hospital and fact in Indonesia Hospital. Fokus gap analysis ini adalah pada aspek lingkungan, arsitektur rumah sakit, logistik rumah sakit, etika dan hukum rumah sakit serta clinical governance. Kelompok terakhir ditugasi untuk mencermati cost and consequences of patient safety and service exellence. Pada fokus ini kelompok mengamati hubungan pelaksanaan patient safety dan service exellence. Selain itu, kelompok ini juga menjelaskan konsekuensi pelaksanaan keselamatan pasien dan service excellence termasuk konsekuensi keuangan.
Hasil pengamatan tersebut disusun dalam bentuk laporan dengan naskah ilmiah, selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatan tersebut pada seminar studi banding. (ant/rad)
